RSS

Pengetahuan dan Sikap Remaja Perempuan seputar Keputihan

27 Sep

a.Pengetahuan terhadap Keputihan

Remaja yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa Latin adolescere yang artinya tumbuh kembang untuk mencapai kematangan. Leukorea (keputihan) dikatakan normal bila tanpa gejala dan tanda lain yang menunjukan kemungkinan adanya kelainan. Vagina yang normal selalu berada dalam kondisi lembab dan permukaannya basah oleh cairan/lendir. Dalam keadaan biasa, cairan tidak sampai keluar namun belum tentu bersifat patologis. Sumber cairan ini dapat berasal dari sekresi vulva cairan vagina, sekret serviks, sekresi uterus, atau sekresi tuba fallopi yang dipengaruhi fungsi ovarium. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak berjumlah 325 siswa dengan pendekatan cross sectional, dengan pengambilan sampel dilakukan cara stratified random sampling. Dari hasil penelitian diperoleh sumber informasi tentang keputihan dari orang tua sebanyak 113 (62,8), Dari hasil pengetahuan remaja putri tentang keputihan yang menjawab benar terdapat pada nomor 1 sebanyak 179 (99,4%) dan yang menjawab salah terdapat pada nomor 5 sebanyak 149 (82,8%), distribusi frekuensi pengetahuan tentang keputihan yaitu yang menjawab baik sebanyak 138 orang (76,7%), hasil sikap remaja putri tentang keputihan yang paling banyak menjawab sangat setuju (SS) terhadap sikap remaja puteri tentang keputihan terdapat pernyataan ke-4 dalam hal keputihan yang berlebihan perlu dilakukan kebersihan daerah kemaluan dengan jumlah 101 (56,1), dan paling sedikit menjawab sangat tidak setuju (STS) terhadap sikap remaja puteri tentang keputihan terdapat pada pernyataan ke-2 dan 4 dengan jumlah 0, distribusi frekuensi tentang keputihan yang menjawab sikap positif sebanyak 132 orang (73,3%). Dari hasil penelitian diharapkan agar dapat melakukan penelitian ini ditempat lain dengan jumlah sampel yang lebih banyak, dan pada peneliti lanjut diharapkan dapat menggunakan desain korelasi yang dapat menjelaskan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang keputihan.

Pengetahuan yang dimiliki oleh remaja putri tentang pencegahan dan mengatasi keputihan sangatlah berpengaruh pada sikap perilaku bagaimana mereka mencegah dan mengatasi keputihan. Kriteria inklusi yang digunakan adalah remaja putri yang berusia 10-20 tahun saat penelitian dan bersedia menjadi responden.

Klasifikasi Keputihan(Leukorea)

Keputihan ( leukorea ) dapat diklasifikasikan atas beberapa macam yaitu :

1. Keputihan tumor atau kanker kandungan

Apabila ada tumor, tumbuh suatu kanker di organ kandungan, gejalanya juga bisa menyerupai keputihan. Besar kemungkinan keputihan disertai bercak darah dan berbau busuk. Apalagi keputihan abnormal ini disertai rasa tidak enak diperut bagian bawah, terjadi gangguan haid, sering demam, dan badan bertambah kurus, pucat serta lesu, lemas dan tidak bugar, waspada kemungkinan ada pertumbuhan abnormal diorgan kandungan. Keputihan yang berdarah juga muncul jika terdapat polip diorgan kandungan. Mungkin polip dirahim atau dileher rahim. Biasanya darah keluar sesudah hubungan seks atau setelah melakukan penyemprotan vagina /douching ( Handrawan,2008)

2.Keputihan usia lanjut

Pada perempuan usia lanjut, keputihan juga bisa muncul bercampur darah (senile vaginitis). Penyebabnya karena lapisan vagina sudah menipis seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini dapat juga terjadi pada anak perempuan yang masih belum pubertas, pada pengidap kencing manis dan yang sudah menopause karena lapisan selaput lendir vagina sudah tipis dan mengisut (Handrawan, 2008).

3. Keputihan benda asing di vagina

Keputihan yang penyebabnya karena ada benda asing disaluran vagina. Vagina merupakan lorong yang terbuka dengan dunia luar. Maka, disana kemungkinan bisa  tertinggal sisa pembalut atau kapas, kondom.

4. Keputihan dari Rumah Sakit

Keputihan bisa diperoleh dari rumah sakit, puskesmas, atau layanan keluarga berencana. Sehabis pasang spiral, pasca persalinan atau pemeriksaan kandungan dengan memakai alat periksa. Mungkin peralatan medis yang dipakai kurang sucihama, apabila alat bekas dipakai untuk perempuan yang mengidap suatu keputihan apapun jenis bibit penyakitnya, penularan keputihan bisa terjadi pada pemakai alat berikutnya maka perlu upaya untuk membersihkan sekitar vagina dan bagian dalamnya sehabis menjalani pemeriksaan.

5. Keputihan akibat sering dibersihkan

Kebiasaan yang sebetulnya tidak sehat dalam memperlakukan vagina. Terlalu sering membersihkan vagina dengan bahan dengan bahan antisepsis tidaklah menyehatkan. Kuman –  kuman yang bermukim disekitar saluran vagina ikut terbunuh oleh bahan antisepsis yang sering digunakan.

6. Keputihan penyakit menular seksual

Tidak mudah membedakan keputihan biasa dengan keputihan yang disebabkan oleh penyakit kelamin ( penyakit menular seksual ). Ada 2 jenis penyakit kelamin yang dapat menyerupai keputihan yakni kencing nanah dan chlamdya. Kencing nanah menyerupai keputihan jamur atau kuman sedang penyakit oleh kuman chlamdya lendir keputihannnya lebih bening sehingga dianggap keputihan normal.

b.Sikap Remaja Perempuan terhadap Keputihan

Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa sebagian besar remaja putri mengetahui tentang pengertian keputihan (93,02%), sedangkan sebagian remaja putri tidak mengetahui dampak keputihan (60,47%). Berdasarkan karakteristik umur diperoleh data sebagian besar remaja putri berusia 14-16 tahun tidak tahu perihal penyebab keputihan (90,91%). Berdasarkan pendidikan didapatkan bahwa seluruh responden lulusan perguruan tinggi (100%) tidak mengetahui secara pasti cara mencegah keputihan. Dari segi akses informasi didapatkan seluruh remaja (100%) yang tidak mendapat sumber informasi tidak mengetahui mengenai dampak buruk keputihan.

Sebagian remaja putri (53,49%) memiliki sikap negatif  terhadap cara mencegah dan mengatasi keputihan. Kelompok usia 17-20 tahun adalah kelompok responden yang seluruhnya memiliki sikap positif tertinggi (100%).  Berdasarkan pendidikan didapatkan hasil kelompok responden SMP yang tertinggi dimana sebagian besar memiliki sikap positif (63,64%). Sikap responden sesuai kemudahan terhadap akses informasi  menunjukkan lebih dari setengah (55%) responden yang pernah mendapat informasi memiliki sikap positif.

Banyak remaja yang belum mengetahui dampak dari keputihan, padahal kita telah mengetahui dengan seksama bahwa keputihan dapat menyebabkan kematian. Kita sebagai remaja hendaknya jangan acuh terhadap keputihan, memang keputihan hal yang wajar. Mulai sekarang benahi diri anda, dan mulai mengontrol dan memperhatikan keputihan anda. Apabila terdapat ciri-ciri yang berbahaya, segeralah konsultasi pada dokter, ataupun mulai mengkonsumsi obat herbal yang dapat menjegah dan menanggulangi masalah keputihan yang serius.
sumber : http://www.bebaskeputihan.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2012 in Keperawatan Maternitas

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: