RSS

Penanganan Kondisi Gawat Darurat selain Petugas kesehatan pun Harus tahu….

16 Jun

Kegawatdaruratan terhadap kesehatan manusia adalah hal yang sering terjadi di mana saja & kapan saja, bahkan sering kali terjadi secara tiba-tiba akibat berbagai musibah. Ketika keadaan tersebut terjadi, banyak orang di sekitar penderita merasa panik & bingung bagaimana cara menolong penderita, sementara di dekatnya tidak ada tenaga kesehatan yang dapat menolong.

Hal ini sebenarnya dapat diatasi jika masyarakat mengetahui & terlatih untuk memberikan pertolongan pertama atau bantuan hidup dasar terhadap keadaan gawat darurat kesehatan. Dengan mengetahui atau telah terlatih untuk melakukan bantuan hidup dasar tersebut, masyarakat dapat menolong penderita yang mengalami kegawatdaruratan kesehatan tanpa perlu merasa panik atau bingung.

Sangat disarankan untuk mengikuti ceramah atau pelatihan bantuan hidup dasar (basic life support) yang banyak diadakan oleh berbagai kalangan ataupun menjadi bagian pelatihan di kelompok pecinta alam, palang merah remaja, atau pramuka. Kelompok masyarakat juga dapat meminta pada dokter/perawat untuk memberikan ceramah/pelatihan mengenai bantuan hidup dasar.

Apapun penyebab kegawatdaruratan pada penderita, usahakan segera singkirkan penderita dari penyebabnya & bawa penderita ke tempat yang aman sebelum ditolong. Terkecuali, jika dicurigai penderita mengalami patah tulang leher atau punggung, maka penderita jangan dipindahkan/digerakkan tanpa instruksi dari tenaga kesehatan untuk mencegah kematian mendadak atau kelumpuhan akibat terganggunya jaringan saraf di tulang belakang.

Yang harus diingat, jangan sampai penolong menjadi ikut menjadi korban. Amankan diri sendiri & tempat menolong terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan. Misalnya jika penderita tersengat listrik, pastikan aliran listrik telah dimatikan. Jika penderita mengalami kecelakaan lalu lintas, bawa penderita ke tepi jalan terlebih dahulu sebelum mulai ditolong.

Setelah itu, yang pertama harus dilakukan adalah mengecek & memperbaiki kondisi jalan nafas (Airway), nafas (Breathing), & aliran darah (Circulation) dari penderita, atau sering disebut ABC. Jika masalah ABC tidak segera diperbaiki, maka dapat menyebabkan hal yang fatal sampai kematian dalam hitungan beberapa menit saja. Sehingga, penolong harus dapat bertindak dengan cepat & tepat untuk menghindarkan penderita mengalami kematian.

Jalan nafas adalah saluran di mana udara mengalir dari hidung sampai paru, sering kali terdapat hambatan atau sumbatan terhadap jalan nafas. Hambatan atau sumbatan jalan nafas, juga cedera atau penyakit lainnya dapat menyebabkan nafas terhenti. Sedangkan berhentinya jantung berdetak akibat berbagai macam penyebab termasuk perdarahan yang sangat banyak dapat menyebabkan darah tidak mengalir ke seluruh tubuh.

Salah satu cara untuk membebaskan jalan nafas dari sumbatan/hambatan adalah dengan membuka & membersihkan hidung & mulut jika terdapat benda asing seperti cairan, darah, atau makanan. Lidah penderita sendiri pun dapat menutupi jalan nafas, sehingga pastikan lidah tidak menghalangi jalan nafas. Jangan pernah memberikan makanan atau minuman pada penderita yang mengalami penurunan kesadaran karena dapat mengakibatkan sumbatan terhadap saluran nafas.

Setelah jalan nafas dapat dibebaskan, dapat dilakukan pengecekan terhadap nafas & denyut jantung. Jika salah satunya tidak ada, dapat mulai dilakukan resusitasi jantung-paru yaitu penderita dalam posisi terlentang di tempat rata yang keras ditiupkan udara ke jalan nafas & melakukan penekanan pada jantung dengan teknik & frekuensi tertentu. Keterampilan ini dapat diperoleh dari pelatihan bantuan hidup dasar. Sedangkan perdarahan pada luka dapat diatasi dengan penekanan di daerah luka.

Setelah nafas & denyut jantung muncul kembali, dapat dilakukan pertolongan lanjutan dengan memanggil bantuan tenaga kesehatan yang ada di sekitar tempat kejadian, mendatangkan ambulans berikut tenaga kesehatannya, atau membawa penderita ke sarana kesehatan terdekat sambil terus mengecek ABC sampai penanganan penderita diambil alih oleh tenaga kesehatan.

Jika penderita ada banyak, tolong penderita yang kondisi ABC-nya paling parah terlebih dahulu. Jika jumlah penolong, kondisi tempat, atau fasilitas kurang memadai, maka prioritas pertolongan diberikan pada mereka yang punya kemungkinan hidup saja & mampu ditangani oleh penolong. Rasa nyeri yang hebat atau teriakan dari penderita bukanlah tanda kegawatdaruratan, sering kali penderita yang mengalami masalah ABC justru mengalami penurunan kesadaran. Untuk penderita yang mengalami luka atau patah tulang, dapat ditangani setelah ABC stabil.

Untuk mencegah penularan penyakit, hindari kontak fisik dengan darah dari penderita. Jika kontak dengan darah penderita tidak dapat dihindari, lapisi tangan & bagian tubuh penolong yang akan kontak dengan darah penderita menggunakan sarung tangan karet, kantung plastik, atau jaket anti air. Pastikan dahulu sarung tangan karet, kantung plastik, atau jaket tahan air yang digunakan tidak bocor sebelum & selama digunakan.

Lalu setelah pertolongan selesai, segera cuci sampai bersih bagian tubuh yang terkena darah penderita dengan sabun di air mengalir atau dengan alkohol atau cairan pemutih pakaian yang diencerkan. Pakaian penolong yang terkena darah penderita sebaiknya segera dilepas & dicuci.

Dengan tindakan yang cepat & tepat, pertolongan terhadap keadaan gawat darurat dapat diberikan untuk menghindari jatuhnya korban & tidak menimbulkan bahaya atau kerugian bagi para penolong.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 16, 2011 in Keperawatan Gawat Garurat

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: