RSS

Siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action)

15 Okt
MELAKSANAKAN CARA

 

PENYELESAIAN MASALAH MUTU PELAYANAN KESEHATAN

 

Program menjaga mutu
Menetapkan masalah mutu
Menetapkan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan
Menetapkan cara penyelesaian masalah
Melaksanakan cara penyelesaian masalah
Menilai hasil seta menyusun saran tindak lanjut

 

Pelaksanaan kegiatan dalam menyelesaian masalah

 

Siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action)
Rencanakan
    Perbaiki                  laksanakan
Nilai
PDCA?
Rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyususnan rencanan kerja, pelaksanaan kerja,pemeriksanaan pelaksanaan kerja serta perbaikan yang dilakukan terus menerus danberkesinambungan untuk melaksanankan mutu
A.PERENCANAAN (PLAN)
1.Perencanaan adalah kemampuan memilih satu kemungkinan dari pelbagaikemungkinan yang tersedia dan dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan(Billy E Goetz)
2.Pekerjaan yang menyangkut penyusunan konsep serta kegiatan yang akandilaksanakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan demi masa depan yanglebih baik (Le Breton)
3.Adalah proses penganalisisan dan pemahaman sistem, merumuskan tujuan umum dantujuan khusus, memperkirakan segala kemampuan yang dimiliki…(Levey danLoomba)
Peranan Perencanaan
1.Pedoman melaksanakan cara penyelesaian masalah sehingga dapat dihindaraiterjadinya kesalahan
2.Untuk memperoleh dukungan dari Institusi kesehatan
Unsur-unsur dalam perencanaan
1.Judul rencana. Contoh : Upaya menurunkan angka komplikasi infeksi panggul pascainserci IUD melalui pelatihan  tindakan a/antisepsis
2.Rumusan Peryataan dan Uraian Masalah. Contoh : 50% akseptor IUD yang dilayani diklinik KB PKMI Jakarta pada bulan Januari 1993 mengalami komplikasi infeksipanggul pasca inserci
Lanjutan
3. Rumusan tujuan. Contoh : Menurunkan angka komplikasi infeksi panggul pasca inserciIUD di Klinik KB PKMI Jakarta dari 50% pada bulan Januari 1993 menjadi 10% padabulan Desember 1993
4. Uraian Kegiatan. Contoh:
Melapor kepada Pimpinan RS tentang masalah, penyebab dan cara penyelesaianmasalah
Menyusun rencana kerja selengkapnya
Melaksanakan pelatihan tindakan a/ antisepsis tenaga medis
Melaksanakan pelayanan IUD dengan pengetahuan dan ketrampilan tindakan antisepsis yang telah dilatihkan
Memantau pelayanan IUD, khususnya tindakan a/antisepsis yang dialkukan, sertamemperbaikinya jika ada penyimpangan
Menilai hasil yang dicapai
Lanjutan unsur-unsur perencanaan
5.Waktu
6.Pelaksanaan
7.Biaya
8.Metoda dan Kriteria Keberhasilan Penilaian
(Lihat halaman 155)
B.  PELAKSANAAN (DO)
Lakukan semua kegiatan yang telah direncanakan secara berurutan
Peliharalah kerjasama dan kekompakan Tim
Jangan segan-segan turun tangan memberikan contoh
C.  PEMERIKSAAN (CHECK)
Memeriksa sacara berkala pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan (check).
Tujuan untuk mengetahui apakah semua kegiatan yang telah direncanakan dapatdilaksanakan dengan baik.
Peranan Pemeriksaan
1.Untuk mengetahu sampai seberapa jauh pelaksanaan cara penyelesaian masalah telahsesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
2.Bagian mana dari program yang berjalan baik dan tidak
3.Apakah SDM yang dibutuhkan masih tersedia?
4.Apakah pelaksanaan program berjalan sesuai jadwal?
5.Apakah perlu penyempurnaan
Alat bantu untuk memeriksa pelaksanaan  rencana kerja
1.Lembaran Pemeriksaan (Check Sheet) adalah formulir untuk mencatat secara periodiksetiap penyimpangan yang terjadi.
2.Peta Control (Control Chart) adalah grafik yang menggambarkan besarnyapenyimpangan yang terjadi dalm satu kurun waktu
Lembaran Pemeriksaan

 

Nama Pengamat     :……………………
Periode Pengamatan :….. ……………

 

D.  PERBAIKAN (ACTION)
Melaksanakan perbaikan bila ditemukan penyimpangan
Perlu diadakan pertemuan rutin untuk mendapat Laporan rutin dari Tim pelaksana
Bila ditemukan penyimpangan, tim harus segera melakkan perbaikan
Contoh
Untuk menurunkan tingginya angka komlikasi infeksi panggul pasca IUD di klinik KB PKMI Jakarta, yang disebabkan karena pengetahuan dan ketrampilan petugas yangkurang terhadap prinsip serta tindakan a/antisepsis dilakukan pelatihan tentang prinsip-prinsip serta tindakana/antisepsis terhadap semua petugas klinik Kb yang bertanggungjawab melayani insersi IUD.  Setelah itu secara berkala dilaksanakan pemeriksaanterhadap teknik a/antisepsis yang dilakukan pada waktu mentelenggarakan pelayananinsersi IUD.  Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
a. Minggu pertama
Penyimpangan :
Tindakan asepsis daerah perineum tidak benar = 10%
Tindakan asepsis liang senggama tidak benar = 20%
Tindakan asepsis portio utersi tidak benar = 8%
b.  Minggu ke dua
Penyimpangan :
Tindakan asepsis daerah perineum tidak benar = 8%
Tindakan asepsis liang senggama tidak benar = 15%
Tindakan asepsis portio utersi tidak benar = 4%
c. Minggu ketiga
Penyimpangan :
Tindakan asepsis daerah perineum tidak benar = 15%
Tindakan asepsis liang senggama tidak benar = 20%
Tindakan asepsis portio utersi tidak benar = 10%
Terjadi peningkatan penyimpangan
Perlu segera dilakukan perbaikan
E.  BUKU CATATAN PELAKSANAAN
About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2012 in Keperawatan Maternitas

 

Tag: , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 262 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: